Rabu, 15 April 2015

Chacha Annisa

Chacha Annisa. Kalau kalian yang gak pernah absen nonton Kabar Malam di TVOne pasti kenal dengan presenter berita yang satu ini. Usianya terbilang muda, cantik, dan enerjik membuat semua orang semakin tertarik melihat berita jika dibawakan olehnya.

Chacha Annisa lahir pada 6 Desember 1986 dari pasangan Osmand F.R dan Helena H. Sejak kecil dia tak pernah menyangka bahwa dia akan berkarir menjadi jurnalis seperti saat ini. Kalau ditanya ingin jadi apa saat besar nanti, dengan tegas ia menjawab ingin menjadi dokter. Cita-cita mulia yang harus kalah dan kandas dibawah garis tangan. Alur hidup telah membawa Chacha menekuni ilmu politik di Universitas Indonesia.

Karirnya sebagai jurnalis diawali oleh aktivitasnya sebagai panitia Job Fair di kampus. Saat melihat stand TVOne, awalnya Chacha ragu untuk mendaftar. Selain karena belum lulus, dia juga tidak yakin kalau dia bakal diterima menjadi jurnalis di TV itu. Setelah mendaftar, Chacha harus menunggu kabar, satu bulan, dua bulan, hingga akhirnya kabar baik itu datang juga. Dia diterima sebagai peserta Kampus One dari UI. Awalnya Chacha bingung setelah diterima. Dia bilang ke HRD bahwa dia belum lulus kuliah, namun dengan santai HRD nya menyuruh Chacha untuk mengikuti saja prosesnya.

Setelah diterima di TVOne, tugas pertama yang harus dia lakukan adalah meliput arus mudik lebaran tahun 2009 di pelabuhan penyebrangan Merak, Banten. Dari Merak Chacha harus melaporkan suasana arus mudik yang terjadi di pelabuhan yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera itu. Tugas dari pimpinannya adalah melakukan wawancara dengan petugas ASDP dan Syahbandar pelabuhan Merak. Meskipun awalnya dia bingung mau ngapain. Selain karena dia tidak tahu apa itu ASDP dan Syahbandar, dia juga tidak tahu pertanyaan apa yang harus ia keluarkan kepada narasumbernya itu. Untunglah Chacha termasuk orang yang suka ngobrol, dia bertanya banyak hal untuk mengetahui apa yang dia belum tahu selama ini. Di merak, Chacha selama seminggu melaporkan suasana arus mudik di pelabuhan penyebrangan ini. Sejak itulah Chacha dinisbatkan sebagai bagian dari keluarga besar TVOne. Jalan hidup Chacha sebagai jurnalis baru saja ditorehkan tintanya.

Sepulang dari Merak, Chacha kembali ke kelas di program Kampus One untuk mengikuti tutorial tentang jurnalis TV. Disinilah Chacha mendapatkan pendidikan tentang peliputan dan presenter. Selain itu, Disini Chacha juga diajarkan teknik membaca berita. Selesai menjalani pendidikan Chacha langsung tampil di depan layar kaca membawakan acara Kabar Terkini TVOne. Selama tiga minggu membawakan acara Kabar Terkini, Chacha harus terbang ke Surabaya. Chacha ditempatkan di TVOne biro Surabaya. Dari Surabaya Chacha melaporkan semua peristiwa menarik yang layak diketahui pemirsa. Selama satu setengah bulan di Surabaya Chacha kembali ke Jakarta dan langsung membawakan acara Kabar Malam yang tayang pukul 23.30 WIB di TVOne. Setelah itu Chacha diminta pindah membawakan acara Kabar Pagi pukul 04.30 WIB. Setelahnya Chacha mendapat kesempatan tampil membawakan Apa Kabar Indonesia. Program berita yang dilengkapi dengan talkshow. Chacha membawakan acara ini selama dua hari untuk menggantikan rekannya yang sedang sakit. Chacha merasa senang membawakan acara ini karena dia adalah orang yang suka ngobrol. Jika bertanya dia bisa dalam banget karena ingin tahu banyak hal. Merasa dikasih kesempatan oleh pimpinan, dia langsung memberikan yang terbaik sambil tidak lupa meminta masukan kepada seniornya.

Saat ini dia punya cita-cita ingin menjadi produser di acara sendiri yang mengangkat tema feminis. Dia ingin TVOne punya program berita yang isinya mengempower perempuan. Dia lebih suka pekerjaan yang memanfaatkan kelebihan intelektual dan membuat kita harus berpikir keras. Bukannya sok intelek tapi itulah Chacha, paras cantiknya menjadi nilai tambah dibalik keenceran otaknya. Baginya, perempuan itu baru bisa dibilang seksi kalau dia smart, jiwanya bebas, cara berpikirnya bebas, banyak mencari tahu, tidak merasa cepat puas, dan peduli pada lingkungan sekitar. Maksud dari berpikir bebas sendiri adalah kita tidak boleh dibatasi oleh siapapun karena itu hak asasi kita. Kita boleh meminta masukan dari orang lain tapi tetap tidak boleh membatasi pikiran kita. Hanya sekedar masukan keputusan tetap sepenuhnya di tangan kita. Kalau kebebasan jadi utama, yang harus dijaga perempuan dalam hidupnya adalah kebebasan dan kehormatan. Kebebasan berpikir harus terus kita jaga begitu juga dengan kehormatan. Apabila kehormatan kita serahkan sebagai buah dari kebebasan berpikir mungkin tidak masalah tapi tidak dengan kehormatan yang direnggut. Hidup ini bebas kita lakukan saja apa yang ingin kita lakukan. Dan itulah yang menjadi prinsip hidup dari seorang Chacha Annisa.

Sebagai presenter TV Chacha harus menunjukkan sikapnya yang baik kepada narasumber. Namun tidak jarang sikap ini ditafsirkan berbeda. Menurut cerita Chacha pernah ada narasumbernya yang melakukan pendekatan dan berusaha merayu. Si narasumber mendekati Chacha, ujungnya orang itu ngajak Chacha jalan. Dia bukan orang yang suka menjaga jarak dengan narasumbernya, tapi kalau ada narasumber yang menunjukkan gelagat kurang baik dia akan langsung jaga jarak.

Menurut pengakuan Chacha, ia adalah orang yang sangat menjaga hubungan baik. Dia tidak pernah jalan dengan laki-laki lain yang bukan pacarnya. Semula, Chacha menginginkan pasangan yang smart body, sixpack. Namun sekarang sudah beralih, laki-laki yang akan menjadi pendampingnya haruslah lebih dari Chacha, bukan sekedar kaya tapi juga harus pintar, dan berwawasan luas. Namun dia tidak ingin mewujudkannya dalam waktu dekat. Masih berbilang tahun, Chacha masih ingin fokus menekuni profesinya sebagai jurnalis dan mengejar karirnya sampai titik yang paling tinggi. Apalagi Chacha masih menyimpan cita-cita besar yang nanti harus diwujudkannya, yaitu menjadi dosen. Untuk mewujudkan cita-citanya itu. Chacha berniat melanjutkan kuliah S2 dan mengambil study feminis. Daya tarik Chacha terhadap feminisme mulai ada sejak bertemu dengan dosen politik yang kelak menjadi idolanya, Chusnul Mariyah. Di mata Chacha, dosen yang satu ini berbeda, selalu berbicara tentang peran-peran perempuan dan pemberdayaan perempuan.


Gimana, semakin tertarik nonton berita kan ? Kalau mau tahu seperti apa Chacha Annisa waktu bertugas, kalian bisa menonton videonya di bawah ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar